Friday, March 27, 2020

Pengalaman Pertama Memakai Sarung Tangan



Hari ini penampilan kami agak sedikit berbeda. Sekarang kami bermasker dan bersarung tangan baik yang di dalam atau yang diluar kantor. Memakai kedua barang ini saat ini tidak biasa. Harga masker perbox (isi 50 lembar) sudah mencapai Rp. 275.000, per lembar dijual Rp. 4.000. Harga sarung tangan plastik lebih tinggi lagi. Saya menyebutkan hargax supaya selalu diingat bahwa pernah tercatat harga masker berada di level tertingginya yaitu pada musim wabah seperti sekarang ini. Beruntung walaupun barangnya langka tapi kami diberikan cuma-cuma tiap harinya sebagai perlengkapan kanvasing. 


Ini pertama kali saya memakai sarung tangan plastik. Selama ini hanya lihat dokter, perawat, pegawai karantina dan penyidik KPK yang memakainya. Juga pernah lihat di film2 kriminal. Penjahat memakainya untuk menghilangkan sidik jarinya setelah melakukan sebuah aksi kriminal. 


Rasanya biasa saja. Agak sedikit gerah, tidak leluasa dan tidak bisa merasakan langsung barang yang kita sentuh. Aktifitas yang biasa mudah jadi susah dilakukan seperti menghitung uang dengan posisi berbaris, makan, dan menggunakan fingerprint. Akhirnya saya siasati saja. Rapikan uang nanti pas pulang di kantor karena disana ada tempat cuci tangan. Kalau mau makan buka dlu smentara waktu tapi cuci dlu tangan. Tidak usah pake fingerprint untuk buka hape cukup cara manual saja. Tapi kita nikmatin saja, ini juga hanya untuk sementara waktu. 

Ada beberapa kejadian unik yang terjadi ketika saya tiba di kios dengan penampilan seperti ini :
1. Orang menyangka Saya sedang sakit. Dugaan itu tidak salah bila dalam keadaan normal. Dalam keadaan genting seperti sekarang ini dimana kita sedang menghadapi serangan wabah Covid19 setiap orang setidaknya harus memakai masker bila perlu dengan sarung tangannya. Mengingat ukurannya yang sangat sangat kecil dan tidak bisa kita lihat dengan indera. Jadi saya jelaskan dengan senyum tipis kepada si Ibu bahwa saya tidak sakit dan Alhamdulillah sehat wal afiat. Saya pakai ini karena sekarang sedang musim wabah. Sama seperti sebelum hujan kita bawa payung supaya tidak basah :D

2. Ada yang beranggapan ini berlebihan. Dia bilang kalau sudah di takdirkan biar bukan karena korona kita akan tetap saja meninggal Lebih baik santai-santai saja. Saya jadi teringat kejadian di Italia. Dulu juga mereka menganggap enteng virus ini. Bahkan mereka bikinkan meme. Sekarang mereka insaf. Corona sudah menewaskan 4000an penduduk Italia. Kepada Bapak ini saya tidak banyak menjelaskan. Saya hanya bertanya balik kepadanya "Bila Bapak berinteraksi dengan dua orang. Satu dengan memakai masker dan sarung tangan  sedangkan satunya lagi tidak memakai masker dan tidak bersarung tangan. Lebih nyaman berinteraksi dengan yang mana?" Si Bapaknya hanya terdiam. 

3. Ketika saya menyerahkan uang kembalian ada ibu-ibu umur mendekati paruh baya yang kayak jijik gitu menyerahkan dan mengambil uang kembaliannya dari saya. Takut tangannya menyentuh sarung tanganku. Saya ketawa dalam hati. Segera saya tenangkan Si Ibu "Jangan takut Bu, sarung tangan ini steril kok. Tiap hari kami ganti dengan yang baru. " Alhamdulilah berhasil. Si Ibunya lega mendengar penjelasanku.

Ternyata kalau mau kita bisa membantu pemerintah apapun profesi kita. Bahkan sebagai selesmenpun. Selain bekerja tugas kita yang lain diluar tugas kantor yaitu menjadi contoh dan memberi edukasi yang baik kepada masyarakat agar tidak abai dan melindungi diri sendiri dan keluarga dari resiko penularan virus Covid19 ini. 


Baca Selengkapnya ...
Wednesday, March 25, 2020

Caraku Menjaga Diri dari Virus Corona

Kita sekarang sedang diserang virus bernama Covid-19. Makhluk berukuran sangat kecil yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, juga tidak bisa kita rasakan. Kita tahu bahwa virus ini sudah masuk kedalam tubuh kita ketika kita sudah terjangkit melalui gejala-gejalanya seperti demam, batuk, kesulitan bernapas dan kelelahan. 

Nah, untuk itu bagi orang awam seperti kita, jangankan mengetahui bentuknya dan wajahnya, apakah rambutnya lurus atau hidungnya mancung, melihatnya saja kita tidak bisa. Jadi bagaimana kita bisa tahu kelemahannya. 

Beruntung sudah ada Ilmuwan medis yang telah mempelajari tentang virus ini. Tentang darimana ia berasal, dimana tempatnya berkembang biak, bagaimana proses perkembang biakannya serta apa kelemahannya. Tugas kita yaitu menjauhkan diri sejauh-jauhnya agar virus ini tidak berada dalam lingkungan tempat kita tinggal. 

Bagus sih kalau kita bisa mencari tahu lebih jauh tentang Covid-19 ini tapi kalau tidak bisa karena keterbatasan waktu paling tidak kita tandai saja kelemahannya. 

1. Sinar UV, kabar baik untuk pekerja swasta di bagian sales/pendistribusian barang yang sudah pasti sebagian besar waktu kerjanya berada di lapangan/luar ruangan. Bermandikan keringat hasil sengatan sinar matahari. Sekarang sinar matahari itu tidak perlu di takuti lagi. Saya juga harus mengubah mindset dari sekarang dan tidak akan menghindar lagi dari sinar matahari. 

2. Alkohol 75 ℅, ini merupakan bahan baku Hand Sanitizer. Bukan alkohol yang ada di Arak. Bisa di beli di apotik. Tapi mungkin barangnya sudah langka karena dibeli banyak orang. Karena mengandung Alkohol jadi harus berhati-hati dan menjauhi sesuatu yang mengeluarkan api.


3. Rajin Cuci Tangan. Sehabis menghitung uang, sehabis dari pasar, sehabis turun dari angkot, sehabis pulang dari mall, sehabis memegang barang yang banyak dipegang orang, dll. Karena virus ini tidak hidup di udara melainkan menempel pada benda. Budayakan hidup bersih. Cuci bersih tangan kita sebab kita tidak akan terjangkit selama virus itu tidak sampai di hidung dan di mulut kita. Alhamdulilah, pemerintah telah memulai. Selain sosialisasi PHBS, sekarang kalau kita masuk ke kantor2 pemerintah, perbankan, bahkan  di tempat kerja kita juga saya yakin sudah di buatkan tempat cuci tangan yang berada tepat di depan pintu masuk. Tujuannya supaya kita mencuci dulu tangan sebelum masuk dan mencuci kembali ketika telah keluar. Kalau tangan sudah bersih, kita bebas menggaruk apa saja di bagian wajah apabila terasa gatal tanpa rasa khawatir. 



4. Desinfektan Klorin. Kemarin saya tanya orang puskesmas-kebetulan ada kiosnya- cairan apa itu yang dipake untuk desinfektanx korona. Dia jawab katanya pake cairan Baiclin. What???? Saya kaget. Tidak menyangka saja. Pikiranku cairanx itu belum ada di Indonesia. Trus kita harus impor dlu dari luar. Ternyata hanya pake Baiclin. Cairan untuk kasih putih baju sekolahnya kita dlu. Ternyata betul, pas saya cari Baiclin di kios sudah langkami juga barangnya. 

5. Masker. Masker sebenarnya tidak terlalu efektif karena virus ini tidak hidup di udara. Dia melekat di benda-benda. Jadi Oksigen yang kita hirup itu tidak membawa unsur-unsur korona. Bernapas saja normal. Hanya yang ditakutkan kalau ada orang batuk di dekatnya kita. Korona itu ada pada lendir di hidung dan mulut. So, kalau dia bicara tepat di depannya kita dan tiba-tiba batuk atau tidak, dan kita tidak pakai masker, maka sangat besar  peluangnya virus itu masuk ke dalam tubuhnya kita melalui hidung dan mulut. Tapi kalau kita pakai masker, lendir pembawa jentik korona itu sebelum masuk, akan tersangkut dlu di masker yang kita pakai.


6. #dirumahaja . Menghindarkan diri dari kerumunan masa dan memutus mata rantai penyebarannya. Dan yang terpenting membantu tugas pemerintah dan tenaga medis kita. 

Ini caraku menjaga diri dari serangan Covid19 soalnya saya tidak #dirumahaja tapi masih di #diluarajakerja blm ada instruksi libur dari kantor. Mari kita berusaha menjaga diri, sisanya bertawakal kepada Allah SWT. Laa haula wa laa quuwata illa billahil aliyul adzim.
Baca Selengkapnya ...
Tuesday, March 24, 2020

Ikuti Imbauan Pemerintah Shalat di Rumah Dulu

Karena Korona Pemerintah Menutup Sementara Masjid untuk Beribadah. 
Himbauan ini hanya berlaku di daerah Jakarta dan sekitarnya berdasarkan keputusan MUI DKI Jakarta. Sementara untuk daerah lain terkhususnya di Baubau belum di berlakukan. Karena kedaruratan nya belum terpenuhi. 
Banyak yang tidak terima dengan maklumat ini. Pemerintah dki di kritik habis-habisan. Ada yang bilang pki, lebih takut kepada Korona dari pada Allah, dll... 

Aneh saja, kenapa pada saat wabah ini merbak banyak sekali orang yang tiba-tiba alim. Tidak ingin masjid di tutup. Padahal selama ini kalau kita lihat jumlah orang yang shalat fardu di masjid hanya hitungan jari. Logikanya, kalau pada saat keadaan normal saja jumlah yang pergi di masjid sedikit apalagi pada saat wabah merebak? 

Pemerintah berusaha melindungi masyarakatnya. Semua untuk kesehatan kita. Bayangkan kalau masjid tidak di tutup trus di dalam shaf ada jamaah yang terinfeksi corona lalu batuk. Kalau Seandainya kita ada disebelahnya apakah kita akan khusyu? Pasti kita akan was-was dalam hati jangan sampai orang yang batuk ini terinfeksi corona walaupun mungkin itu hanya batuk biasa. Akhirnya membuat pikiran kita berpikiran yang aneh. 

Alhamdulillah daerah kita baubau masih aman tapi kita tetap harus waspada. Mari perbanyak ibadah dan dzikir agar kita di jauhi dari wabah ini. Datangi masjid. Shalatlah disana.  Berdoa agar wabah ini segera berakhir. 

Baubau, March 21, 2020

Baca Selengkapnya ...
Friday, November 20, 2015

The Grateful of Graduation

Friday, November 20th, 2015

To grateful of our graduation, we decided to make any event and we would invited all member of MPM, UKKI UHO and KAMMI UHO. We targetted the participant would attend in that event were 300 person. I was thankful because the participant who attend were equals even more than target and the event done with success event not perfect.  

Before the event

In first meeting, I was selected by other meeting participant to become Master of Ceremony. It wasn’t I better than other but because there wasn’t a man participant remain we have in that meeting. At that time we only have two man and there was only 2 woman. It because the other member of meeting have a few business. We discussed many thing from the design of agenda until at the contribution of every organizer. We agreed that every organizer must pay Rp.100.000. There was 14 people, so the fund collected was Rp.1.400.000 for 300 participants. The contribution would collected in next meeting on Wednesday, November 18th. The difficult thing when we design agenda was what shall we use the theme about? After thingking about 15-20 minutes we got a theme about the duty of the campus moslem activist after finishing them study. 

I thought because this event we could met and working with another campus moslem activist in outside our faculty. There was from FISIP, FKIP, FEB and etc. Because of that now we known that we are all one big family. So that when we met outside we can know to each other. And for student FMIPA, this event memorized me when we organizing an event some years ago as a new member of MPM Almisykat FMIPA UHO. After this maybe we shall go in somewhere but I don’t want to say that we willn’t ever met again, we wiil met some day because we are still in the same planet. 

After the event

Although the event finished successfully but there was a few fault. And this is for evaluation our work. So that, while some day you get the same condition, you willn’t do same fault. First, I forgot to mention for all participant the list name of graduation this periode during the event. Actually, I should call it but I forgot it. While in the last section I  had just remember it. Maybe because I was so nervous at that time it make me forgot it. Well, it already a long time I never  The participant might not known who did the names of campus moslem activist get the bachelor degree? I am really really sorry. To repair my fault. I shall write the list name of campus moslem activist who get the bachelor degree below. 

1. Albar Arifin, S.Sos
2. Almustakim, S.Mat
3. Raful Sudirman, S.Mat
4. La Usman, S.Mat
5. Lugisman, A.Md., Ars
6. Aprulis, SH
7. Akril Setiawan, S.Pd
8. Isramadin, A.Md
9. Muhammad Rudi, SE
10. Artarini Oktavianti, S.Si
11. Epita Hestirosihan, S.Si
12. Waode Faulina, S.Mat
13. Padmi Fajrin, S.Pd
14. Nurjannah, S.Pd

I am really sorry to you all once again. I a lot right didn’t do it deliberately. Even i don’t know you all hate me or no.

Second, we mixed the things (glasses, plate and spoon) which we borrowed in different place. Because of that, we difficult to bring it back. If we labeled and counter it before this maybe it will be fine. Now how will we ask the question from the owner? If he ask us where did his other thing? Maybe he willn’t angry us but in his heart he regret to lend us his thing. So friend, when you in same situation, don’t act like me. Hoke.[] 
Baca Selengkapnya ...
Sunday, October 25, 2015

Revition of My Thesis

Like some days ago until this day i am still doing my skripsi revision. almost full day i stay in the room and never go out to someplace except to eat, buy something important and internet. the difficult topic in my revision is how to convert dummy variabel from multiple regression to multinomial logistic regression and find probability estimation of dependent variabel such as Telkomsel, Indosat and XL. the first problem was solved but the second problem on the process and i will continue it tomorrow.

Lorong Salangga, Kendari on Sunday, October 25th, 2015
Baca Selengkapnya ...
Saturday, October 24, 2015

The Day I Start Again Learn English

This day I start again to learn English such as memorizing vocabulary, pronouns, writing in English, etc. It’s because my duty was done. I have already skripsi some days ago, exactly yesterday morning at 10.00-11.30 Wita. So that, now I have many time to do anything. That time will be lost if I don’t use it for the something benefit.  I hope that I can make writing a page in every night since now until the end. even I have no time.

Lorong Salangga, Kendari on Saturday, October 24th, 2015
Baca Selengkapnya ...
Friday, April 24, 2015

Ironi Harga Baru BBM

Ini opini yang aku kirim ke Kendari Pos-salah satu koran terbesar di Sultra-tapi gak di terbitin.
Mungkin tulisan ini belum layak kali ya? Tapi aku tidak akan menyerah. Sampai kapanpun tidak akan...Ini kali pertama aku kirimkan tulisan ke media cetak.  Sambil terus berusaha, aku posting aja tulisan ini ke blog pribadiku biar di baca orang. Gak pake nunggu berhari-hari, karena aku sendiri adalah editornya.
Baiklah, cek it out!

Pada hari rabu (23/3/2015) lalu, pemerintah kembali mengumumkan harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM).Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kenaikan harga ini disebabkan karena  meningkatnya rata-rata harga minyak dunia serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam satu bulan terakhir.  Ini adalah kesekian kalinya pemerintah menaikkan BBM setelah sebelumnya juga menaikkan, lalu menurunkan kembali dengan alasan yang hampir sama.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat ini, sudah terjadi beberapa kali kenaikan dan penurunan harga BBM. Hak untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah eksekutif meskipun tidak melalui persetujuan DPR asalkan tidak merubah APBN 2015. Begitulah amanat Undang-Undang MD3. Namun meskipun demikian, dalam membuat keputusan, Pemerintah tidak boleh apatis dan harus kembali melihat keadaan rakyat sebagai konstituennya. Masih hangat dalam pikiran kita, pada awal tahun lalu pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) namun penurunan itu tidak serta merta di ikutii dengan penurunan harga jasa dan barang di pasar. Kenyataannya  saat ini, harga BBM telah turun namun harga di pasar masih mengikuti harga ketika BBM di naikkan bulan November 2014 lalu kalaupun turun maka besarannya tidak signifikan. Hal ini berarti jika harga BBM di naikkan lagi maka harga-harga yang sudah tinggi itu akan semakin melambung tinggi.

Untuk beberapa saat, mungkin masyarakat masih bisa bertahan dari kehimpitan harga ini dengan memangkas pengeluaran sehari-hari dan mengalihkannya ke keperluan lain yang lebih penting. Namun sampai kapan? Bila harga barang dan jasa tak kunjung turun atau bahkan akan semakin naik sementara kita tahu bahwa efek lain dari kenaikan harga membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian dan membuat pendapatan menjadi minim maka dipastikan jumlah penderitaan juga kesedihan di Republik ini akan menggurita dan tindakan kriminal yang bertentangan dengan sifat tenggang rasa bangsa akan tumbuh subur. Tentu kita dan pemerintahan saat ini tidak ingin hal itu terjadi.

Saat ini masyarakat belum bisa makan dengan tenang ataupun tidur dengan nyenyak. Semua itu karena mereka masih di hantui dengan sebuah fakta bahwa harga BBM masih berpeluang naik. Paling tidak, pertikaian yang terjadi di negara Timur-Tengah juga mempengaruhi harga minyak dunia. Selama pertikaian masih terjadi, harga minyak dunia belum akan stabil. Oleh karena harga minyak Indonesia bergantung pada harga minyak dunia, maka berarti keadaan minyak Indonesiapun belum akan stabil. Kemudian, harapan agar nilai tukar rupiah terhadap dollar kembali menguat sepertinya tidak akan mudah. Saat ini pemerintah masih berusaha menahannya ke level Rp 13,200/dollar. Kemungkinan menguatnya sangat tipis sementara kemungkinan melemahnya sangat besar. Sangat dihawatirkan, apabila suatu saat pemerintah tidak berhasil menaikkan atau mempertahankan rupiah di posisi saat ini  maka berarti nilai tukar rupiah terhadap dollar kembali melemah dan kenaikan harga BBM dipastkan akan terjadi lagi.

Sungguh ironi disaat anjloknya nilai tukar rupiah pemerintah malah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ini seperti memberikan beban tambahan dipundak masyarakat yang belum selesai merasakan kenaikan harga akibat melemahnya nilai tukar rupiah, kini sudah harus menambahnya lagi dengan kenaikan lain. Bukankah seharusnya kebijakan kali ini di tangguhkan terlebih dahulu? Sebab bila tidak, akan terjadi akumulasi kenaikan harga barang dan jasa yang berlebihan.

Masyarakat kita saat ini hanya menonton saja apa yang dilakukan oleh pemerintah meski haknya tidak diberikan  sekalipun. Tetapi sikap diam tersebut jangan disalah artikan bahwa rakyat setuju terhadap kebijakan menaikkan harga BBM. Butuh pengertian dari pemimpin untuk memahami apa yang dirasakan rakyat yang dipimpinnya meski tidak mereka ekspresikan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan. Kepercayaan lebih yang diberikan rakyat kepada pemimpinnya ini, sebaiknya tidak membuat pemerintah terlena sehingga suatu hari kembali mengulang perbuatan yang sama.

Suatu pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik manakala tidak menyisipkan partisipasi rakyat di dalamnya. Oleh karena itu kedepan sebelum menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah eksekutif sebaiknya meminta pandangan rakyat terlebih dahulu  terkait rencana penaikan harga. Mungkin saja dalam perdebatan tersebut ada usulan yang lebih baik yang diberikan oleh rakyat dalam hal ini diwakili oleh DPR sehingga stabilitas negara masih tetap terjaga meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak dinaikkan dan yang lebih penting agar tidak terjadi ironi. Semoga![]
Baca Selengkapnya ...